terdapat dalam kitab Khawasul Qur'an). 8.Bahwa siapa yang membaca 4 ayat pada permulaan suratul Baqarah dan ayat Kursi,ditambah 2 ayat setelah ayat Kursi kemudian ditutup dengan 3 ayat pada akhir suratul Baqarah,maka ia dan keluarganya tidak didekati syaitan,dan jika dibacakan pada orang gila,niscayaakan sembuh dengan seizin Allah SWT. terdapat dalam kitab Khawasul Qur'an karya Imam Ghazali). 29. Ayat kursi mengandung keistimewaan, didalamnya terdapat ismul-a'zam, tersusun dalam 50 kata-kata,terdapat 17 nama Tuhan dhahir dan dhamir, terdapat 17 huruf mim dan 17 huruf wawu.Ayat Kursi membahas ke-Esaan dzat Allah SWT dan kesempurnaan sifat-sifatnya. (IH) Allahu Aklam. DalamKitab khawasul Qur'an disebutkan, "Apabila kita membaca Surat Fath secara rutin setiap hari, kelak akan dikumpulkan bersama orang-orang yang mati syahid, dan Allah membukakan pintu kebaikan/kegembiraan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat." Mendapat Pahala Orang yang Berbaiat kepada Nabi Subhanallah Janji Allah Itu Pasti, Inilah KEDAHSYATAN AYAT KURSI Yang Mampu Melebihi Keagungan Langit Dan Bumi.. Tolong Sebarkan! By Admin On Oktober 30, 2020 IsinyaDi bagi dalam 7 kategori diantaranya : 1. kitab Aurod dan Hizib dari berbagai tareqat. 2. kitab karangan para wali dan para ulama. 3. kitab kumpulan amalan doa, dzikir, wirid dan shalawat. 4. kitab ilmu Hikmah, ilmu khadam, ilmu aufak, ilmu huruf dan ilmu gaib. 5. kitab ilmu perbintangan atau falakiyah. Khawasulquran imam jafar shodiq as. Khawasul quran wa fawaiduhu. Kasyaful quran. (pdf). Khashaishu wa asrar wa tafsir bimillah. (pdf). Kahfu war raqim fi syarhi bismillahir rahmanir rahim. (pdf). Al Ajnas. (Pdf dan kitab). Sebuah kitab yang di klaim sebagai karangan dari wazir nabi sulaiman Al Afariit wal jaan. (zip/rar). Al Falakiyyah Abu Sementarakitab Khowass Al-Qur'an ini lebih mengkaji Al-Qur'an dari perspektif klinis, dalam bahasa Majdi Muhammad As-Sahawi (Intelektual Mesir) disebut at-Thibb ar-Ruhaniy. Lebih tepatnya, Al-Qur'an dipahami sebagai media ruqyah syaríyah (terapi pengobatan berbasis ayat-ayat Al-Qur'an). Keunikan Kitab Khowass Al-Qur'an 2 kitab karangan para wali dan para ulama. 3. kitab kumpulan amalan doa, dzikir, wirid dan shalawat. 4. kitab ilmu Hikmah, ilmu khadam, ilmu aufak, ilmu huruf dan ilmu gaib. 5. kitab ilmu perbintangan atau falakiyah. 6. kitab ilmu pengobatan. 7. kitab ilmu sihir. Semua kitab berbahasa arab gundul dan ada beberapa kitab yang sudah pakai harkat. terdapat dalam kitab Khawasul Qur'an). 8. Bahwa siapa yang membaca 4 ayat pada permulaan suratul Baqarah dan ayat Kursi,ditambah 2 ayat setelah ayat Kursi kemudian ditutup dengan 3 ayat pada akhir suratul Baqarah,maka ia dan keluarganya tidak didekati syaitan,dan jika dibacakan pada orang gila,niscaya akan sembuh dengan seizin Allah SWT. Darisebuah kitab Khawasul Qur'an, seorang ulama Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menjelaskan bahwasanya ada orang yang mengamalkan ayat Kursi sebanyak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka atas ijin Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani yang dengan kata lain adalah mata Kitabkhawasul Qur'an, yang diterangkan Imam Ghazali : bahwa Ibnu Kutaibah meriwayatkan sebuah kejadian seorang pedagang kurma bernama Ka'ab yang pergi berdagang ke negeri Basrah. Sesampainya di sana, ka'ab bingung mencari penginapan. karena semua penginapan telah penuh diisi oleh pedagang lainnya.Kecuali sebuah rumah kosong yang sudah usang dari kitab Khawasul Qur'an) Rasullullah s.a.w. bersabda bermaksud: "Barang siapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya. Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah memeliharanya daripada dari kitab Khawasul Qur'an) Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali Khawasul-Qur'an (خواص القران للغزالى) - Free download as PDF File (.pdf), Text File (.txt) or view presentation slides online. Kitab Khawas-ul-Qur'an (خواص القران للغزالى) dalam kitab Khawasul Qur'an karya Imam Ghazali). Syeikh Abu Abbas menjelaskan : Untuk siapa membaca bacaan ayat kursi sejumlah hitungan kata-katanya yaitu 50 x lalu dihembuskan pada air hujan lantas diminum. InsyaAllah bisa mencerdaskan akal fikirnya seta bisa mempermudah dia terima pengetahuan mengenai pengetahuan. (dalam kitab khazinatul vPiirJo. Mencari tentang Ayat Kursi? Pelbagai makna dan manfaat yang anda dapat sekiranya diamalkan. Ternyata ayat Kursi ini sering dibaca sebelum tidur, walhal kalau di amati dari makna dan manfaatnya rupannya tersembunyi 1001 kelebihan. Cara dan amalannya berbeza mengikut keperluan individu. Salah satunya kelebihan ayat ini melindungi anda dari bencana. Di saat dunia dilanda virus korona anda dianjurkan mengamal ayat ini sebelum keluar rumah, insyallah dengan izinNya kita semua dilindungi dari virus yang tular. Di sini pelbagai kelebihan ayat Kursi di kongsikan bersama makna ayat ini sendiri. Apakah Itu Ayat Kursi? Ayatul Kursi آية الكرسي juga dikenali sebagai ayat kursi, merupakan ayat yang ke-255 dalam Surah Al-Baqarah. Ayat ini juga digelar Penghulu Segala Ayat Al-Quran’. Ayat Kursi sangat istimewa kerana ia mengisahkan keagungan Allah SWT serta kekuasaanNya yang tidak terbatas. Mengamalkan ayat ini InsyaAllah akan mendapat keredhaan dan perlindungan Allah SWT. Ayat ini disebut Ayatul Kursi kerana di dalamnya terdapat perkataan KURSI’, yang membawa maksud Tempat Duduk Yang Megah Lagi Yang Mempunyai Martabat’. Iaitu syiar atas kebesaran Tuhan yang meliputi 7 lapis langit dan 7 lapis bumi. Ayat kursi biasanya dibacakan sebelum tidur dan semasa ingin keluar rumah sebagai pelindung diri dari anasir jahat. Bacaan Ayat Kursi Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum La ta’khuzhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard Man zhal-lazhi yashfa’u indahu illa bi-izhnihi Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai’im-min ilmihi illa bima sha’a Wasi’a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya’uduhu hifdzhuhuma Wa Huwal Aliyul-Azheem Maksud Ayat Kursi Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan sekalian makhlukNya.Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat pertolongan di sisiNya melainkan dengan izinNya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari kandungan ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki memberitahu kepadanya. Luasnya Kursi Allah ilmuNya dan kekuasaanNya meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi darjat kemuliaanNya, lagi Maha Besar kekuasaanNya Fadhilat Atau Kelebihan Ayatul Kursi Ayat Kursi adalah seutama-utama ayat dalam Al-Quran. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Siapa yang mengamalkan ayat kursi, Rasulullah menjanjikan Syurga kepadanya. Berikut beberapa keistimewaan atau kelebihan ayat kursi 1. Abi Umamah RA berkata bahawa Nabi SAW bersabda yang bermaksud “Barangsiapa yang membaca ayat al-Kursi setiap selepas kali solat fardu, tidak akan terhalang baginya untuk memasuki syurga melainkan mati.” Riwayat al-Thabarani dan al-Nasa’ie – dinilai sahih oleh Imam Ibn Hibban 2. Syeikh Abul Abas Al-Bunni menerangkan “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya 50 kali, lalu ditiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, Insya Allah, dicerdaskan akal fikirannya dan dimudahkannya menerima ilmu pengetahuan.” 3. Mengikut keterangan dari kitab “Asraarul Mufidah” sesiapa mengamalkan membaca ayat kursi setiap hari sebanyak 18 kali; Insya Allah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjat dan martabatnya, diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana. 4. Syeikh Al-Bunni menerangkan Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya 170 huruf, maka Insya Allah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dan melapangkan fikirannya, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya. 5. Syeikh Buni menerangkan sesiapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran dengan isyarat nafas sambil membaca ayat Kursi. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya ke dalam garis lingkaran tersebut menghadap ke arah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebanyak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, Insya Allah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya. 6. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahawa; sesiapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi al-Quran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia. dari kitab Khawasul Qur’an. 7. Imam Jaafar Shadiq mengatakan Sesiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka. 8. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud 7 kali setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah SAW. 9. Sesiapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Abdu Rahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk kerumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan. 10. Mereka yang mengamalkan membaca 7 kali ayat Kursi dan 7 kali bagi setiap 3 Qul selepas selesai Solat Jumaat, Insya Allah akan mendapat hikmah dan kelebihan yang tidak terduga. 11. Setiap lelaki dan wanita baik buat isteri-isteri yang mengamalkan membaca ayat kursi 7 kali sebelum keluar rumah atau semasa perjalanan ke tempat kerja atau kemana sekalipun kecuali bukan niat melakukan maksiat pada Allah SWT maka dia terselamat daripada segala kejahatan yang datang dari syaitan, jin dan manusia antaranya 12. Terselamat dari terkena sihir; seperti ubat pengasih mengasih seseorang tanpa kehendak hatinya, penganiayaan santau , penipuan dan sebagainya kerana semua ini ada bersangkutan dengan jin dan syaitan. Melihat kepada ganjaran serta kelebihan yang ditawarkan hasil melazimi bacaan ayat Kursi, ternyata kita manusia yang sangat rugi jika masih mengambil mudah serta tidak serius mengamalkannya. Sehubungan itu, kita perlu mengambil peluang beramal membaca ayat Kursi terutamanya selepas melaksanakan solat fardu. SUMBER AKUISLAM Jakarta - Pada era kesultanan Palembang naskah-naskah dibuat atas dasar perintah dari sultan. Sejak awal para sultan menunjukan minat pada bidang keagamaan serta mendorong tumbuhnya pengetahuan dan iklim pengetahuan di bawah patronase mereka. Hal itu disampaikan oleh Raja Kesultanan Darussalam Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin IV dalam acara webinar yang dikutip dari DREAMSEA Manuscript, Kamis 23/12/2021. Ia menjelaskan, hal itu dibuktikan dengan surat perintah dari Sultan Ahmad Najamudin 1 kepada ulama kerajaan saat itu Kemas Fakhruddin. "Dikarenakan itulah kerajaan ini menyuruh hamba menyurat kitab ini yang bernama kitab khawasul Qur'an kepada kiai Kemas Fakhruddin. Bait terakhir kitab Khawasul Qur'an tentang perintah Sultan Ahmad Najamuddin 1 1757-1776 kepada Kemas Fakhruddin untuk menyalin naskah," Juga Pendidikan Menurut Al-Ghazali Ilmu Agama dan Keterampilan Dunia Harus Saling MelengkapiPenyalinan naskah itu merupakan bukti tesis tentang Islam sebagai fenomena istana. Hal yang umum dalam perkembangan keilmuan Islam di kepulauan Melayu-Indonesia, seperti di Aceh dan Aceh pada masa keemasan kesultanan misalnya, muncul ulama-ulama yang bertindak sebagai "patron keilmuan" penguasa, seperti Syams al-Din al-Sumatrai, Nuruddin al-Raniri dan Syekh Abdurrauf al-Sinkili. Kesultanan Palembang juga memiiki para ulama dalam bahasa Arab berarti ilmuan atau peneliti yang menulis atau menerjemahkan serta menyalin kitab-kitab keilmuan Islam di negeri Palembang sepanjang abad ke-18 dan 19. Ulama-ulama yang termasyhur yang produktif pada era kesultanan Palembang ialah Syihabuddin bin Abdullah Muhammad, Kemas Fakhruddin, Muhammad Muhyidin, Kemas Muhammad bin Ahmad, serta Syekh Abdussamad al-Palimbani. Sedangkan status penguasa sekaligus penulis dalam era kesultanan Palembang melekat pada figur Sultan Badaruddin Juga Resmi Dibuka, Ketum PBNU Sampaikan 5 Modal Kebangkitan IndonesiaNamun, pada tahun 1821 Kesultanan Palembang kalah peperangan, salah satunya karena diadu domba oleh kolonial, sehingga Sultan Badaruddin II diasingkan ke Ternate 200 tahun lalu. Sebelum Sultan Badaruddin II diasingkan ke ternate ia membagikan naskah-nakah kepada masyarakat yang masih berkerabat dengannya. Setelah Keraton Palembang diambil alih, peran sultan mulai merosot dan penyalinan naskah-naskah mulai berkurang. Sehingga koleksi perpustakaan tercerai berai. Yang unik dari naskah tersebut adalah sampulnya yang dibuat dari kulit binatang yang didatangkan langsung dari luar negeri. "Jadi yang ada di masyarakat itu biasanya milik istana. buku-buku itu juga banyak dimiliki orang dan disewa-sewakan," kata Sultan Badaruddin Belanda JI Van Sevenhoven dalam bukunya, Lukisan Tentang Ibukota Palembang menerangkan, saat itu dia melihat bahwa perpustakaan keraton kosong, lalu dia menyuruh orang-orang Belanda menggeledah rumah bangsawan Palembang, dan mendapatkan 55 manuskrip yang pernah menjadi koleksi perpustakaan keraton. Naskah-naskah yang ditemukan kembali, itu merupakan milik mantan Sultan Palembang Mahmud Badaruddin Juga Bagaimana Hukum Baca Doa Iftitah dalam Shalat? Ini Kata Ulama55 manuskrip itu merupakan naskah Melayu Arab yang sangat indah tulisannya, di antaranya ada naskah yang sangat langka yang dikirimkan kepada Residen Batavia oleh Sevenhoven yang menjabat sebagai pemerintah Belanda di Palembang kala itu. Saat ini Katalog Naskah Palembang ada di kesultanan Darussalam dan terawat dengan baik. Sultan Mahmud Badaruddin IV mempersilahkan kepada peneliti dari Perpusnas dan dari Dreamsea untuk mendigitalkan dan mengalihbahasakan naskah-naskah tersebut. Ia menilai hal itu penting agar dapat dibaca oleh anak cucu masyarakat Indonesia kemudian hari. "Jadi Kesultanan Palembang tetap terbuka terhadap peneliti-peneliti dan semua orang-orang yang ingin menerjemahkan. Mari kita sama sama untuk membaca dan mengkritik kembali naskah-naskah yang ada. Ada 100 lebih naskah kami, kita siap bersinergi dengan Dreamsea dan juga dengan lainnya, untuk menerjemahkan atau mengalih bahasa, karena banyak naskah tersebut berbahasa Arab dan berbahasa Melayu," ujar Sultan Badaruddin Juga Mengenal Perbedaan Antara Masjid Jami, Agung, dan Rayazhd 126 AM Judul Khasiat Rahasia Ayat-Ayat al-Qur’an Penterjemah As’ad Syamsul Arifin Judul Asli Khowashul Qur’an Adz-Dzahab al-Ibriz fi Asrari Khowash Kitabillah al-Aziz Jumlah hlm 130 Penerbit Hikmah Semesta Publisher Harga belum ongkir Minat silahkan inbox FB Kang As'ad atau hubungi lewat WA 081227908738 as’ad **Khusus santri atau alumni krapyak komplek apapun, ada harga khusus yang istimewa, silahkan japri atau Inbox biar mesraa D Selain tafsir al-Jailani yang berhasil ditemukan oleh syaikh Dr. Muhammad Fadhil di vatikan, masih banyak lagi karya-karya ulama Islam yang masih tersimpan di sana dan barangkali belum pernah diterbitkan. Di dalam buku al-Makhthutthat al-Arabiyyah fi al-Fatikan yang ditulis oleh Sayyid Shadiq al-Husaini, beliau menyebutkan ada ribuan karya ulama Islam yang tersimpan dengan rapi di perpustakaan Vatikan. Salah satunya adalah karya Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghazali rahimahullah yang dikenal dengan judul Khowashul Qur’an. Judul lengkap kitab ini adalah “Adz-Dzahab al-Ibriz fi Asrari Khowash Kitabillah al-Aziz.” Kitab Khowashul Qur’an ini ditemukan di perpustakan Vatikan dalam keadaan cukup baik dan lengkap. Terdiri dari kurang lebih 41 hlm dan tertulis dengan khat Naskhi yang cukup jelas. Saat ini telah di tahqiq oleh seorang sarjana dari Negara Mesir yang bernama syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi. bagi yang minat pdf kitab ini, bisa di unduh pada link di bawah. Kitab ini membahas tentang khasiat-khasiat dari berbagai ayat al-Qur’an yang khasiat tersebut merupakan hasil praktek langsung oleh para ulama-ulama terdahulu mujarobat. Di antaranya adalah riwayat yang disandarkan kepada imam Malik bin Anas rahimahullah, tentang cara beliau menghadapi khalifah Harun ar-Rasyid yang sangat murka kepadanya. Saat beliau berhadapan dengan Harun ar-Rasyid, di jari-jari beliau telah tertulis ayat Kaf Ha’ Ya’ Ain Shod di jari-jari beliau sebelah kanan, dan ayat Kha Miim Aiin Siin Qaaf, pada jari-jari beliau sebelah kiri. Berkah ayat-ayat tersebut, Harun ar-Rasyid yang sebelumnya datang ke Madinah dengan sangat murka, berubah menjadi sangat lembut sekali kepada Imam Malik rahimahullah. Alhamdulillah, kini kitab ini telah rampung diterjemahkan…bagi teman-teman yang berminat memiliki terjemah kitab ini bisa menghubungi lewat inbox atau japri lewat WA di bawah ini. Jin makhluk Allah swt yang diciptakan dari api dan yang bersifat gaib. Jin menurut bahasa berasal dari lafatz ijtinan yang berarti istitar sembunyi dari lafazh jannatul lail ajanahuu yaitu jika malam menutupinya. Mereka sembunyi dan tidak terlihat oleh mata manusia maka disebut jin, mereka bisa melihat manusia tetapi mereka tidak bisa dilihat oleh manusia sebagaimana firman Allah Swt "Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka."QS. Al A'raaf 27 Jin menurut istilah adalah sebagaimana yang dijelaskan dalam dalil-dalil dari Al Qur'an dan hadits yang menunjukan bahwa jin diciptakan dari api. Allah Swt berfirman "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas." QS. Al Hijr 27 Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun." Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Jin dengan manusia juga hampir sama tabiatnya, artinya ada yang jahat dan ada yang baik bahkan ada juga yang usil yang selalu menggangu manusia. Sehingga manusia takut melihat jin apabila menggangu melalui penampakan wujud atau mengeluarkan suara tanpa ada yang nampak. Lalu bagaiman cara kita untuk mengusir makhluk halus tersebut? Inilah penjelasan imam Al-Ghazali. Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya, Khawasul Qur’an bahwa Ibnu Kutaibah meriwayatkan suatu peristiwa yang terjadi dinegeri Basrah, yaitu salah seorang pedagang kurma bernama Ka’ab telah pergi kenegeri Basrah membawa barang dagangnya, untuk dijual dipasar Basrah. Setelah Ka’ab sampai disana, ia mencari tempat penginapan, tetapi semuanya telah penuh diisi oleh pedagang-pedagang yang telah datang terlebih dahulu. Kemudian Ka’ab melihat sebuah rumah kosong, didindingnya terdapat banyak sarang laba-laba. Kelihatannya rumah itu telah lama tidak didami orang. Ka’ab datang kepada yang mempunyai rumah, ia ingin menyewa tempat itu selama kurang lebih satu minggu. Kata yang mempunyai rumah, "Rumah itu aneh sekali, selalu menjadi buah masyarakat ramai. Menurut kata-kata orang rumah itu ditempati oleh jin ifrit. Banyak orang yang menempatinya binasa karenanya." Ka’ab berkata, "Meskipun demikian, karena tempat lain tidak ada, saya bersedia tinggal ditempat itu, asal saja yang mempunyai mengizinkan." “Baiklah” kata yang mempunyai rumah. “Saya tidak keberatan dan saya tidak memungut sewa apa-apa.” Ka’ab tinggal dirumah itu mulai sore hari tidak merasa takut, tetapi setelah tengah malam Ka’ab menampak bayangan hitam dengan dua buah mata bernyala-nyala seperti api, mendekati Ka’ab, maka segera Ka’ab maka segera bangun dan membaca “Allaahu laa ilaa ha illaa huwal hayyul qayyuum” Tetapi bayangan hitam itu selalu mengikuti apa yang dibaca oleh Ka’ab sehingga hampir pada akhir ayat. Tetapi setelah Ka’ab membaca akhir ayat yang berbunyi, “Walaa ya udlu hifdluhumaa wa huwal 'aliyyul adhiim” tidak terdengar lagi suara yang mengikutinya. Ka’ab heran dan diulanginya lagi “Walaa ya uudluhuu hifdluhumaa wahuwal aliyyil adhim” Tetapi tidak terdengar lagi suara yang mengikutinya, maka dibacanyalah berulang kali dan bayang hitam itu pun lenyaplah dari pandangan Ka’ab dan tercium, suatu bau seperti ada sesuatu ada yang terbakar. Kemudian Ka’ab tidur ditempat itu dengan tidak mendapatkan gangguan apa-apa. Dipagi hari Ka’ab melihat disalah satu sudut rumah itu bekas-bekas seperti ada sesuatu yang telah terbakar dan tampak ada bau Disaat itu Ka’ab mendengar suatu suara berkata hai Ka’ab, "Engkau telah membakar jin ifrit yang ganas.” Ka’ab heran dan berkata “Dengan apa aku membakarnya ?” jawab suara itu “Dengan firman Allah, Walaa ya uuduhuu khifdluhumaa wahuwal aliyyul adhiim." Siapa yang membaca ayat kursyi dengan dawan setiap kali selesai sembahyang fardlu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah dan kepasar, setiap kali masuk ketempat tidur dan pergi musfir, insya allah ia akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan dan binatang-binatang yang memudaratkan. Hartanya, rumahnya dari kecurian, kekaraman dan kebakaran. Didapatnya keselamatan dan kesehatan jasmani dengan izin Allah yang hidup dan berdiri sendiri. Demikianlah yang terdapat dalam keterangan pada kitab khawasul Qur’an, karya Imam Ghazali. Inilah bacaan ayat kursi selengkapnya اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

kitab khawasul qur an